Rabu, 07 Oktober 2015

Teknik Dasar Meluncur Dalam Renang - Olahraga Renang

Teknik Dasar Meluncur Dalam Renang - Olahraga Renang

By

Teknik Meluncur Dalam Olahraga Renang ~ Langkah berikutnya setelah menguasai cara bernafas dan mengapung, dapat lanjutkan dengan latihan meluncur. Latihan ini diperlukan teristimewa untuk melatihkeseimbangan tubuh di air.

Tidak sedikit yang belajar renang, karena karena tidak mampu menguasai keseimbangan tubuh tenggelam dan tidak mampu berdiri di kolam renang, meskipun kolam itu dangkal.

Latihan meluncur bisa dikerjakan sebagai berikut :
  1. Berdiri ditepi kolam dengan membelakangi dinding kolam dan salah satu kaki/telapaknya berada menempel pada dinding untuk siap menolak.

    Luruskan kedua lengan keatas kepala dengan ibu jari saling berkaitan satu sama lain.

    Tundukkan tubuh dengan berusaha ujung jari tangan lebih dahulu tiba diatas permukaan air.

    Serentaknya dengan tibanya kedua tangan diatas permukaan air, kaki yang menempel pada dinding mendorong hingga tubuh terdorong kedepan.

    Disaat luncuran berjalan, hindarkan mengambil sikap berdiri sebelum titik luncurnya menurun dan kemudian berhenti, dan sebagai akibatnya kaki secara titik luncurnya menurun dan kemudian berhenti, hindarkan mengambil sikap berdiri sebelum titik luncuran menurun dan kemudian berhenti, dan sebagai akibatnya kaki secara otomatis turun hingga dapat berdiri.

    Apabila saat meluncur dengan kecepatan tinggi turun dengan tiba-tiba untuk berdiri, banyak terjadi justru yang melakukan tidak mampu berhenti.

  2. Cara yang sama dapat dilakuakn dengan meluncur dari tengah-tengah kolam dangklal. Setelah meluncur habis, kemudian berdiri dan lakukan berulang-ulang hingga membawa tubuh menepi.
Latihan meluncur ini dapat dikembangakn hingga kedua belah kaki mampu menempel ke dinding kolam dan sikap ini hanya dapat dilakuakn kalau yang belajar sebelum meluncur terlebih dahulu masuk kebawah permukaan air dalam sikap telengkupp hingga kedua kaki memungkinkan untuk menolak.

Latiahn-latihan bisa dikerjakan secera berulang-ulang hingga tubuh mampu rileks dan terhindar dari rasa tegang yang sering berakibat tubuh memutar.


Teknik Meluncur

1. Persiapan
Berdiri rapat ditepi kolam dengan sikap membelakangi dinding kolam. Salah satu lutut ditekuk dan telapak kakinya menempel dinding kolam. Kedua tangan diluruskan sehingga kedua lengann atas menempel telinga dan kedua ibu jari saling mengikat.

2. Pelaksanaan
Bungkukkan badan sehingga kedua tangan dan badan masuk di permukaan air. Bersamaan dengan itu, dorongkan kaki yang menempel di dinding kolam kedepan guna bertolak untuk meluncur. Biarkan luncuran badan samapai berhenti.

3. Gerakkan akhir
Setelah badan berhenti, segera turunkan kedua kaki sehingga posisi badan berdiri didalam kolam.


Gambar : Teknik Meluncur

Artikel Renang Gaya Dada

Renang gaya katak juga disebut dengan renang gaya dada atau Breast Stroke. Gerakan kaki pada renang gaya dada seperti gerakan kaki katak ketika berenang sehingga renang gaya dada juga disebut dengan renang gaya katak. Renang gaya katak merupakan gaya renang yang paling mudah dipelajari. Renang gaya katak sudah ada sejak jaman mesir kuno hal ini diketahui dari lukisan yang terdapat di Gua Perenang, dekat Wadi Sora, Mesir barat daya. Selain di Mesir peninggalan seputar renang gaya katak juga ditemukan di Babilonia dengan ditemukannya lukisan dinding dan lukissan relief yang dibuat oleh orang Assirya.

Lomba renang sudah ada di Eropa sejak tahun 1800. Pada tahun 1844 di adakan lomba renang di London dan sebagian besar pesertanya menggunakan renang gaya katak. Renang gaya katak mulai mengikuti perlombaan olimpiade pada tahun 1904 di st Louis

Teknik dasar renang gaya katak :

a. Posisi badan
Usahakan agar posisi badan sejajar dan sedatar mungkin dengan air. posisi kepala selalu normal sehingga pandangan lurus ke depan.

b. Gerakan kaki
Gerakan kaki menyerupai gerakan kaki katak
ketika berada di dalam air. Kaki ditekuk dengan cara menekuk atau membengkokkan lutut kemudian tendang atau luruskan kaki dengan posisi kedua kaki terbuka yaitu kaki kiri dan kaki kanan saling berjauhan. Ketika posisi kaki masih lurus rapatkan kedua kaki hingga telapak kaki kanan dan telapak kaki kiri saling bersentuhan yang dapat menambah gaya dorong sehingga badan terdorong ke depan lebih cepat. Urutan gerakan kaki pada renang gaya katak ialah tekuk-tendang-rapatkan.

c. Gerakan tangan
Posisi awal renang gaya katak ialah kedua tangan lurus di atas kepala dengan kedua telapak tangan saling bertemu dan saling menempel, Kemudian tarik tangan ke samping kanan dan ke samping kiri selebar bahu dan selebihnya tarik ke arah bawah kemudian tangan kembali diluruskan. Urutan gerakan tangan ketika melakukan renang gaya katak yaitu luruskan tangan di atas kepala lalu gerakkan tangan ke samping kanan da ke samping kiri.

d. Pengambilan nafas
Pernafasan pada renang gaya katak dilakukan pada saat tangan berada disaming kanan dan samping kiri dengan cara kepala mendongak ke atas sehingga posisi mulut berada di atas permukaan air untuk mengambil udara. Udara diambil melalui mulut untuk mencegah masuknya air melalui hidung dan mempersingkat waktu pernafasan.

e. Gerakan koordinasi
Gerakan koordinasi renang gaya katak ialah perpaduan gerakan tangan dan kaki yang dilakukan secara bergantian dan teknik pengambilan nafas yang dilakukan dengan benar.
Demikianlah sekilas tentang renang gaya katak, semoga bermanfaat.

Teknik Dasar Renang Gaya Punggung


Teknik Dasar Renang Gaya Punggung

Sejak tahun 1912-an renang gaya punggung mulai sudah dikenal oleh masyarakat, pada waktu itu perlombaan renang tingkat nasional dan juga internasional dibagi menjadi tiga kelas, yaitu renang gaya bebas, renang gaya dada atau katak, dan renang gaya punggung. Pada waktu itu renang gaya punggung yang digunakan bukanlah renang gaya punggung saat ini, renang gaya punggung yang digunakan ialah renang gaya punggung elementer. Yang dimaksud renang gaya punggung elementer yaitu posisi kedua lengan di atas, sedangkan gerakan kaki katak atau disebut juga kaki gunting. Semakin berjalannya waktu diperkenalkanlah gaya back crowl, dan bentuk-bentuk renang gaya punggung lainnya yang bukan gaya back crowl sedikit demi sedikit menjadi hilang dalam pertandingan renang.
teknik dasar renang gaya punggung
Teknik dasar renang gaya punggung atau prinsip-prinsip mekanis renang gaya punggung sama seperti yang terdapat pada renang gaya lainnya. Teknik renang gaya punggung dapat dibagi menjadi seperti berikut.
·         Posisi Badan
·         Gerakan Kaki
·         Gerakan Lengan
·         Gerakan Pengambilan Nafas
·         Koordinasi Gerakan

1.       Posisi Badan

a.       Teknik Meluncur
Mengambang dengan posisi badan terlentang merupakan keunggulan dalam renang gaya punggung ini. Untuk pemula mungkin sulit melakukan posisi tidur terlentang tersebut, dikarenakan takut jika tenggelam. Justru posisi tubuh terlentang mengakibatkan posisi kepala menghadap ke atas, sehingga dapat bernafas dengan leluasa.
Berikut merupakan cara latihan posisi meuncur renang gaya punggung.
ü  Kedua tangan memegang pada dinding tepi kolam.
ü  Kedua kaki dibengkokkan ke atas dan menumpu pada dinding kolam dengan kuat.
ü  Posisi kedua lutut berada di antara kedua lengan.
ü  Pegangan dilepaskan lalu kepala diluruskan ke belakang, dan pada waktu itu kedua kaki mendorong dengan kuat, dan menjadikan tubuh terdorong ke belakang.
ü  Wajah tetap berada di atas permukaan airdan kedua lengan berada disisi badan atau tubuh.
ü  Lakukanlah berkali-kali sampai bisa meluncur dengan sikap terlentang dengan benar
b.      Bentuk-bentuk posisi badan meluncur
1)      Tahap Persiapan
ü  Terapung terlentang kedua belah tangan berada di samping tubuh.
ü  Tariklah ibu jari ke atas menyusur ke samping badan.
ü  Ibu jari menyentuh bahu.
ü  Putar pergelangan tangan Anda mengarah keluar.
2)      Tahap Pelaksanaan
ü  Rentangkanlah lengan ke arah luar dan juga ke atas.
ü  Lengan diluruskan rata rata bahu atau tingginya sama dengan bahu.
3)      Tahap Lanjutan
ü  Kedua lengan menempel di samping tubuh, badan rileks dengan merasakan luncuran.
ü  Meluncur dengan menggunakan pelampung, peganglah pelampung dengan kedua tangan lurus di atas kepala.
ü  Meluncur tanpa pelampung, berdiri di dinding kolam dengan posisi badan menghadap dinding, Lalu doronglah kedua kaki dengan kuat ke arah belakang dan kedua lengan ke arah belakang.

2.       Gerakan Kaki

Teknik gerakan kaki pada renang gaya punggung intinya sama dengan renang gaya bebas, hanya saja renang gaya punggung dilakukan secara terlentang atau badan menghadap ke atas. Dengan cara menggerakan kedua kaki secara bergantian ke arah atas dan juga ke bawah.

3.       Gerakan Lengan

Teknik gerakan lengan pada renang gaya punggung dibedakan menjadi tiga yaitu.
ü  Fase Menarik
Gerakan menarik pada renang gaya punggung dilakukan setelah telapak tangan masuk sekitar beberapa inchi dari permakaan air hingga mencapai titik maksimal tekukan siku atau telapak tangan berada di samping luar bahu.
ü  Fase Mendorong
Gerakan mendorong pada renang gaya punggung ini dilakukan saat akhir tarikan tangan. Gerakan tangan mendorong ke belakang dan juga ke bawah.
ü  Fase Istirahat
Dimulai dari tangan keluar dari permukaan air dengan posisi ibu jari keluar terlebih dahulu. Setelah tangan di atas bahu, (posisi lengan tegak lurus dengan posisi bahu), tangan diputar keluar, kemudian masuk pada permukaan air dengan posisi jari kelingking masuk lebih dulu. Pada proses istirahat ini harus dilakukan dengan cara rileks, seirama dengan lengan yang bergerak menarik dan juga mendorong.

4.       Gerakan Pengambilan Nafas

Geraka nafas pada renang gaya punggung lebih mudah dilakukan daripada renang gaya bebas, renang gaya dada atau katak, maupun renang gaya kupu-kupu. Karena posisi tubuh saat berenang gaya bebas menghadap ke atas jadi, kita dapat menghirup udara dengan leluasa. Gerakan nafas pada renang gaya ini adalah dengan mengambil nafas atau udara pada saat istirahat dari salah satu lengan dan mengeluarkannya saat istirahat dari lengan yang lainnya.
latihan dasar renang gaya dada

5.       Koordinasi Gerakan

Koordinasi gerakan renang gaya punggung adalah rangkaian gerakan renang gaya punggung yang terpadu yang terdiri dari gerakan meluncur, kemudian dilanjutkan dengan gerakan kaki, gerakan lengan dan juga pernafasaan, sehingga dapat terbentuk renang gaya punggung yang benar.
renang-gaya-punggung

6.       Start Renang Gaya Punggung

Pada renang gaya punggung ini teknik start juga berbeda dari gaya renang yang lain, karena pada renang gaya ini posisi start dilakukan di dalam air. Untuk mengetahui caranya dapat Anda simak berikut.
dasar dasar renang gaya punggung
Teknik start pada renang gaya punggung yaitu.
ü  Posisi tangan dan juga kaki menggantung sebelum dimulai.
ü  Tarik kedua lengan hingga menekati dinding kolam lalu lanjutkan dengan gerakan menolak.
ü  Pada waktu yang sama saati kedua kaki ditolakan, kedua tangan diayun dan posisi kepala menengadah.
ü  Pada ayunan lengan bergerak membuka ke samping.
ü  Setelah kaki menolak, posisi lengan harus sudah lurus.
ü  Saat tubuh atau badan masuk ke permukaan air, lentingkanlah tubuh sedemikian rupa.
ü  Posisi tubuh atau badan meluncuh di bawah permukaan air.

7.       Pembalikan Renang Gaya Punggung

Cara untuk membalik pada renang gaya ini dilakukan dengan setengah salto. Berikut merupakan teknik berbalik pada renang gaya punggung.
teknik teknik dasar renang gaya punggung
ü  Tangan kiri menyentuh pada dinding tepi kolam, lalu lutut dibengkokkan dan ditarik.
ü  Dengan bantuan dari tarikan tangan, lutut diarahkan pada lengan yang berada pada dinding kolam.
ü  Dayangan oleh tangan dan tarikan yang dilakukan oleh lutut membentuk setengah salto mengantarkan kedua lengan tiba di dinding kolam.
ü  Setelah tiba di dinding kolam, kedua lengan diluruskan ke atas kepala.
ü  Tolakan kaki dilakukan serentak dengan meluruskan kedua lengan.
ü  Lalu tubuh atau badan meuncur dari dinding kolam.
Itulah teknik-teknik renang gaya punggung yang telah olahragakita.com sampaikan. Semoga Bermanfaat.

Pengertian dan Teknik Dasar Renang Gaya Bebas

21:19
Pengertian dan Teknik Dasar Renang Gaya Bebas
Pengertian dan Teknik Dasar Renang Gaya Bebas - Renang merupakan olahraga yang menyenangkan sekaligus sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh serta menumbuhkan sifat keberanian, disiplin serta percaya diri. Lomba renang terdiri dari nomor gaya bebas, punggung, kupu-kupu, dan juga gaya ganti/gabungan keempat gaya.
Pelaksanaan lomba renang dilakukan di kolam dengan ukuran 20 x 50 meter yang terdiri dari 8 lintasan dengan kedalaman minimal 180 cm. Pemenang dalam renang ditentukan dengan perenang yang pertama kali mencapai finish dengan gaya renang yang benar.
Olimpiade sebagai ajang olahraga tingkat dunia digunakan cabang renang sebagai tambang medali. Penghargaan medali di peruntukan bagi atlet yang berprestasi terbaik urutan satu hingga tiga. Cabang olahraga renang ini banyak menarik perhatian penonton di dalam setiap kejuaraan. Apa saja teknik yang harus dikuasai dalam olahraga renang?

A. Pengertian Renang Gaya Bebas

Renang merupakan olahraga yang dilakukan di dalam air. Terdapat empat gaya yang dapat dilakukan dalam olahraga renang, di antaranya gaya renang, yaitu gaya bebas, gaya dada, gaya punggung, dan gaya kupu-kupu.
Pada kesempatan kali ini, saya akan mengajak Anda untuk mempelajari renang gaya bebas. Renang gaya bebas adalah renang yang dilakukan dengan sikap tubuh telungkup dan gerakan kedua kaki menyerupai gerakan katak. Untuk berenang diperlukan penguasaan teknik dasar. Misalnya, meluncur, menggerakkan lengan dan tungkai, serta pengambilan napas. Ciri khas gaya bebas adalah seluruh anggota badan berada dalam satu garis lurus. Gerakan kedua lengan berada pada permukaan air. Gaya ini merupakan gaya tercepat dalam renang.

B. Teknik Dasar Renang Gaya Bebas

Teknik dasar yang harus dikuasai dalam renang gaya bebas adalah sebagai berikut.
1. Posisi tubuh di kolam

Posisi tubuh pada waktu renang gaya bebas harus rata-rata air (streamline) mulai dari kaki hingga kepala.
2. Latihan meluncur

Cara melakukannya sebagai berikut.
a. Berdiri di pinggir kolam dan salah satu kaki menempel pada dinding kolam.
b. Badan dibungkukkan ke depan sejajar dengan permukaan air dan kedua lengan diluruskan.
c. Tolakan kaki yang menempel pada dinding kolam sekuat-kuatnya dan pertahankan agar badan tetap lurus.
d. Pertahankan posisi kaki dan tangan tetap lurus sejajar dengan permukaan air sampai berhenti. Usahakan jangan mengambil napas selama dalam keadaan meluncur.
e. Lakukan berulang-ulang sampai memiliki kecepatan dan jauh ke depan.
3. Gerakan kaki

Cara melakukannya sebagai berikut.
a. Latihan gerakan kaki dapat dilakukan secara bersama-sama pada waktu latihan meluncur.
b. Atau dengan cara berdiri menghadap dinding kolam, kedua tangan berpegangan pada dinding kolam.
c. Kedua kaki diluruskan ke belakang dengan posisi badan telungkup.
d. Kaki digerakkan ke atas dan ke bawah secara bergantian dalam keadaan lemas (rileks).
e. Gerakan kaki dimulai dari pangkal paha.

4. Gerakan tangan

a. Latihan di tempat
Cara melakukannya sebagai berikut.
1) Berdiri dengan badan dibungkukkan dan kedua tangan lurus.
2) Kemudian tangan kanan ditarik ke bawah sambil menekan air sampai berada di bawah badan.
3) Pada waktu tangan sampai di bawah badan, siku cepat dibengkokkan dan tangan diangkat.
4) Lakukan secara bergantian antara tangan kanan dan kiri.
5) Lakukan secara berulang-ulang.

b. Latihan sambil meluncur
Cara melakukannya sebagai berikut.
1) Kedua tangan dilemparkan ke depan secara bergantian kemudian tangan mendayung.
2) Pada waktu tangan mendayung, tubuh sedikit miring.
3) Agar tubuh dapat melaju lurus ke depan, tangan masuk ke kolam pada satu detik.

5. Pernapasan

Mengambil napas renang gaya bebas dilakukan dengan cara berikut.
a. Mengambil napas dengan memiringkan kepala hingga mulut di atas permukaan air, kemudian muka kembali menghadap ke dalam air untuk mengembuskan napas.
b. Mengambil napas hanya boleh memiringkan kepala ke satu arah, yaitu ke kanan atau kiri saja.
c. Gerakan mengambil napas dilakukan bersamaan tangan mendayung.

6. Koordinasi gerakan kaki dan lengan

Cara melakukannya sebagai berikut.
a. Meluncur di kolam renang.
b. Gerakkan kedua kaki ke atas dan ke bawah bergantian dengan pusat gerakan di pangkal paha.
c. Tarik lengan kanan ke bawah dada dengan siku ditekuk, kemudian melanjutkan dengan mendorong lengan kanan ke belakang sampai lurus. Telapak tangan menghadap ke belakang di samping paha.
d. Tarik lengan kanan ke atas dengan siku ditekuk, kemudian masukkan telapak tangan ke depan sampai lurus.
e. Tarik lengan kiri ke bawah seperti gerakan lengan kanan.
f. Gerakan lengan kanan dan kiri secara bergantian.

7. Koordinasi gerakan lengan dan pernapasan

Latihan koordinasi gerakan lengan dan mengambil napas dilakukan dengan cara berikut.
a. Posisi awal dengan meluncur disusul gerakan tangan.
b. Gerakan lengan dilemparkan ke depan secara bergantian.
c. Pada waktu mendayung, kepala dimiringkan ke satu arah untuk mengambil napas, kemudian muka kembali menghadap ke dalam air untuk mengembuskan udara.
d. Gerakan ini dilakukan secara terus-menerus.

8. Koordinasi teknik dasar renang gaya bebas

Latihan koordinasi teknik dasar renang gaya bebas sebagai berikut.
a. Posisi awal dengan meluncur.
b. Melakukan gerakan kaki dengan dipukulkan naik-turun secara bergantian.
c. Gerakan lengan dilempar ke depan secara bergantian.
d. Pada waktu lengan mendayung, kepala dimiringkan  ke satu arah untuk mengambil napas, kemudian muka kembali menghadap ke dalam air.

Peraturan Perlombaan Dalam Renang

Pada nomor renang gaya kupu-kupu, gaya dada, dan gaya bebas, perenang melakukan posisi start di atas balok start. Badan dibungkukkan ke arah air dengan lutut sedikit ditekuk...........................
Pada nomor gaya punggung, posisi start dilakukan di dalam air dengan badan menghadap ke dinding kolam. Kedua tangan memegang pegangan besi pada balok start, sementara kaki bertumpu di dinding kolam, dan kedua lutut ditekuk di antara kedua lengan. Posisi start gaya punggung juga dipakai oleh perenang pertama dalam gaya ganti estafet.
Wasit start memanggil para perenang dengan tiupan peluit panjang untuk naik ke atas balok start (bersiap di dalam air untuk gaya punggung dan gaya ganti estafet). Perenang berada dalam posisi start setelah aba-aba Siap (Take your marks dalam bahasa Inggris) diteriakkan oleh wasit start.[6] Start dinyatakan tidak sah bila perenang meloncat dari balok start sebelum ada aba-aba.[7] Hingga tembakan pistol start dimulai, tubuh perenang harus dalam keadaan diam.

Nomor perlombaan

Perlombaan renang terdiri dari nomor-nomor perlombaan menurut jarak tempuh, jenis kelamin, dan empat gaya renang (gaya bebas, gaya kupu-kupu, gaya punggung, dan gaya dada). Nomor-nomor renang putra dan putri yang diperlombakan dalam Olimpiade:
Federasi Renang Internasional mengakui rekor dunia putra/putri untuk nomor-nomor renang:
  • Gaya bebas: 50 m, 100 m, 200 m, 400 m, 800 m, 1500 m
  • Gaya punggung: 50 m, 100 m, 200 m
  • Gaya dada: 50 m, 100 m, 200 m
  • Gaya kupu-kupu: 50 m, 100 m, 200 m
  • Gaya ganti perorangan: 100 m (hanya lintasan pendek), 200 m, 400 m
  • Gaya ganti estafet: 4×100 m
  • Gaya bebas estafet: 4×100 m, 4×200 m.[9]
Pada nomor gaya ganti perorangan, seorang perenang memakai keempat gaya secara bergantian untuk satu putaran, dengan urutan: gaya kupu-kupu, gaya punggung, gaya dada, dan gaya bebas. Pada nomor renang gaya ganti perorangan 100 m, perlombaan diadakan di kolam renang lintasan pendek 25 m.
Pada nomor 4 x 100 m gaya ganti estafet, satu regu diwakili empat orang perenang yang masing-masing berenang 100 m. Perenang pertama memulai dengan renang gaya punggung, dilanjutkan perenang gaya dada, perenang gaya kupu-kupu, dan diakhiri oleh perenang gaya bebas.

Pakaian

Federasi Renang Internasional memiliki daftar merek dan tipe pakaian renang yang disetujui dalam perlombaan renang.[10] Perenang dibolehkan memakai topi renang dan kacamata renang. Perenang berkacamata dapat memilih untuk mengenakan kacamata renang minus, atau mengenakan lensa kontak bersama kacamata renang normal.
Perenang tidak dibolehkan memakai alat atau pakaian renang yang dapat memengaruhi kecepatan, daya apung, atau ketahanan selama berlomba, misalnya sarung tangan berselaput, kaki katak, sirip, dan sebagainya.[6]

Referensi

  1. ^ a b "Sejarah". Persatuan Renang Seluruh Indonesia. Diakses tanggal 2009-11-14.
  2. ^ a b c "FINA Facilities Rules 2009-2013". Diakses tanggal 2009-11-14.
  3. ^ "Swimming Rules". FINA.org. Diakses tanggal 2009-11-14.
  4. ^ "Timing Systems: Swimming System". Seiko. Diakses tanggal 2009-11-14.
  5. ^ "OMEGA and swimming – a natural partnership". Diakses tanggal 2009-11-14.
  6. ^ a b "FINA Swimming Rules 2009-2013". Diakses tanggal 2009-11-14.
  7. ^ "FINA Swimming Rules 2009-2013". FINA.org. Diakses tanggal 2009-11-14.
  8. ^ "Swimming All Events". Olympic.org. Diakses tanggal 2009-11-14.
  9. ^ "FINA Technical Rule SW12.1 dan 12.2". Diakses tanggal 2009-11-14.
  10. ^ "FINA 2009 List of Approved Swimsuits". Fina.org. Diakses tanggal 2009-11-14.

Fasilitas dan peralatan

Panjang kolam renang lintasan panjang adalah 50 m sementara lintasan pendek adalah 25 m. Dalam spesifikasi Federasi Renang Internasional untuk kolam ukuran Olimpiade ditetapkan panjang kolam 50 m dan lebar kolam 25 m. Kedalaman kolam minimum 1,35 meter, dimulai dari 1,0 m pertama lintasan hingga paling sedikit 6,0 m dihitung dari dinding kolam yang dilengkapi balok start. Kedalaman minimum di bagian lainnya adalah 1,0 m.[2]

Lintasan

Lebar lintasan paling sedikit 2,5 m dengan jarak paling sedikit 0,2 m di luar lintasan pertama dan lintasan terakhir.[2] Masing-masing lintasan dipisahkan dengan tali lintasan yang sama panjang dengan panjang lintasan.
Tali lintasan terdiri dari rangkaian pelampung berukuran kecil pada seutas tali yang panjangnya sama dengan panjang lintasan. Pelampung pada tali lintasan dapat berputar-putar bila terkena gelombang air. Tali lintasan dibedakan menurut warna: hijau untuk lintasan 1 dan 8, biru untuk lintasan 2, 3, 6, dan 7, dan kuning untuk lintasan 4 dan 5.
Perenang diletakkan di lintasan berdasarkan catatan waktu dalam babak penyisihan (heat). Di kolam berlintasan ganjil, perenang tercepat diunggulkan di lintasan paling tengah. Di kolam 8 lintasan, perenang tercepat ditempatkan di lintasan 4 (di lintasan 3 untuk kolam 6 lintasan).[3] Perenang-perenang dengan catatan waktu di bawahnya secara berurutan menempati lintasan 5, 3, 6, 2, 7, 1, dan 8.

Pengukur waktu

Dalam perlombaan internasional atau perlombaan yang penting, papan sentuh pengukur waktu otomatis dipasang di kedua sisi dinding kolam. Tebal papan sentuh ini hanya 1 cm.[4]
Perenang mencatatkan waktunya di papan sentuh sewaktu pembalikan dan finis. Papan sentuh pengukur waktu produksi Omega mulai dipakai di Pan-American Games 1967 di Winnipeg, Kanada.[5]

Balok start

Di setiap balok start terdapat pengeras suara untuk menyuarakan tembakan pistol start dan sensor pengukur waktu yang memulai catatan waktu ketika perenang meloncat dari balok start.
Tinggi balok start antara 0,5 m hingga 0,75 dari permukaan air. Ukuran balok start adalah 0,5 x 0,5 m, dan di atasnya dilapisi bahan antilicin. Kemiringan balok start tidak melebihi 10°.[2]

Selasa, 06 Oktober 2015

Sejarah Renang (olahraga)

Perlombaan berenang dimulai di Eropa sekitar tahun 1800. Sebagian besar perenang berenang dengan memakai gaya dada. Pada 1873, John Arthur Trudgen memperkenalkan gaya trudgen di lomba-lomba renang setelah meniru renang gaya bebas suku Indian. Akibat ketidaksukaan orang Inggris terhadap gerakan renang yang memercikkan air ke sana ke mari, Trudgen mengganti gerakan kaki gaya bebas yang melecut ke atas dan ke bawah menjadi gerakan kaki gunting seperti renang gaya samping.
Renang menjadi salah satu cabang olahraga yang dilombakan sejak Olimpiade Athena 1896. Nomor renang putri dilombakan sejak Olimpiade Stockholm 1912. Pada 1902, Richard Cavill memperkenalkan renang gaya bebas. Federasi Renang Internasional dibentuk pada 1908. Gaya kupu-kupu pertama kali dikembangkan pada tahun 1930-an. Pada awalnya, gaya kupu-kupu merupakan variasi gaya dada sebelum dianggap sebagai gaya renang tersendiri pada 1952.
Di Hindia Belanda, Perserikatan Berenang Bandung (Bandungse Zwembond) didirikan pada 1917. Pada tahun berikutnya didirikan Perserikatan Berenang Jawa Barat (West Java Zwembond), dan Perserikatan Berenang Jawa Timur (Oost Java Zwembond) didirikan pada 1927. Sejak itu pula perlombaan renang antardaerah mulai sering diadakan. Rekor dalam kejuaraan-kejuaraan tersebut juga dicatatkan sebagai rekor di Belanda.[1]
Pada 1936, perenang Hindia Belanda bernama Pet Stam mencatat rekor 59,9 detik untuk nomor 100 meter gaya bebas di kolam renang Cihampelas Bandung. Pet Stam dikirim sebagai wakil Belanda di Olimpiade Berlin 1936. Persatuan Berenang Seluruh Indonesia didirikan 21 Maret 1951, dan sebagai anggota Federasi Renang Internasional sejak tahun berikutnya. Perenang Indonesia ikut berlomba dalam Olimpiade Helsinki 1952.[1]